Wednesday, August 09, 2006

Pengungkapan Diri

Salah satu situasi penting bagi kita untuk dapat meningkatkankemampuan dan ketrampilan yang kita miliki adalah manakala kitamemahami kelebihan dan kekurangan yang kita miliki. Salah satu upayayang dapat kita lakukan agar kita dapat mengetahui kelebihan dankelemahan kita adalah melalui pengungkapan diri (self-disclosure).Dengan self disclosure banyak informasi penting tentang diri kitayang dapat kita "uji" kebenarannya di publik. Dengan demikian dapatmenghindarkan kita dari penilian diri yang berlebihan (over selfesteem) atau berkekurangan (lower self esteem).Pengungkapan diri, bukanlah hal yang mudah. Tidak semua orang mampumelakukannya dengan baik. Untuk itulah, melalui artikel di bawahini, kami berharap dapat memberikan insight yang bermanfaat bagikita semua untuk dapat melakukan pengungkapan diri dengan efektif.

Leader

Gimana cara jadi leader yang benar?
Aku mengharap leader yang benar2 leader seperti idaman dan idealitasku.
Kenapa harus begitu???
Semua orang ingin dipimpin oleh seseorang yang benar2 bisa membagi perhatian.
Objective, dan mengayomi. Sekarang jadi krisis orientasi. Orientasi diri untuk pengembangan, tapi yang di dapat pengembangan yang tak berarah. Terlena dengan keadaan, karena yang jadi leader juga sedang membangun dirinya sendiri mencari identitas diri. Hidup memang tak bisa di buat sesuai dengan kehendak hati. Menyebalkan jika diingat-ingat. Hanya kerja team tidak seperti kinerja yang lain. Ketimpangan akan muncul di beberapa posisi. Tidak semua bisa saling back up. Karena pekerjaan hanya berpusat pada satu titik. Yang lain hanya pelengkap. Saat seorang leader hanya berteman dan berdiskusi dengan satu orang saja, sedang lain dia hanya bertanya saja. tidak ada dinamika dalam kelompok. Atau mungkin leader yang terpilih belum pernah ikut dinamika kelompok?? Itu bukan alasan. Karena ketika seseorang siap jadi leader, seharusnya itu perlu diperhitungkan (ideal yang ada dalam khayalanku).
Sudahlah jangan jadi daydreamer...





Monday, August 07, 2006

Maletakkan sesuatu pada tempatnya

Bagai mana meletakkan sesuatu pada tempatnya??
Hal ini sangat merepotkan tapi sangat urgent sekali. Apalagi jika ini terkait dengan kinerja daam suatu team...

Dalam suatu team akan terlihat mana yang mendominasi mana yang pemalas, mana yang suka sekali bicara dan mana yg bossy...
Tinggal introspeksi di bagian manakah kita tepatnya.

Paling bagus adalah segala sesuatunya diletakkan pada tempatnya.
Jika ada yang ingin maju, biarkan dia maju,.
Jika ada yang kurang atau malas, ajak agar berjuang untuk dirinya.
Tidak semua harus dilakukan oleh satu orang. Tapi pembagian adalah hal yang perlu.
Juga memposisikan orang yang tepat di tempat yang tepat.
Serta ke ikhlasan hati menerima tugas yang di berikan...


Bersama-sama perbaiki

Bersama sama perbaiki kekurangan. Beruntunglah banyak yang memberi tahukan kekurangan diri. Mungkin tidak akan terlihat kekurangan diri ketika kita hanya menilai orang lain saja hingga luput pe-er diri itu banyak sekali.

Memperbaiki diri itu mutlak pada setiap manusia. Tak ada manusia yang sempurna, itu kesimpulanya. Tapi tetap saja orang akan bicara, sebaiknya dia seperti ini. Seharusnya dia seperti ini. Kenapa dia seperti itu....

Tak ada habisnya, sampai dengan berani mengatakan dia lebih sempurna dari yang lainya.

Hakikat tinggal di dunia ini adalah memperbaiki diri. Bisa menyelesaikan tugas di dunia. Tugas dalam arti apa yang kita alami adalah tugas mulia yang bisa diselesaikan dengan baik.

Lantas apa lagi yang dibutuhkan??
Tidak ada lagi, karena cita2 itu hanya ada untuk akhirat. Sedang dunia hanya semu belaka...
ngin kaya, tapi jangan jauh dari jalan YANG KUASA. Cinta dunia akan menyengsarakan, dan membuat bathin tak tenang, kecuali orang2 yang dilindungi.
Tapi apakah kita termasuk orang2 yang dilindungi???
Terkadang kita lalai, dan tidak berusaha agar menjadi orang2 yang dilindungi.
Aneh jika kita terlalu percaya diri akan angan2 itu.
Karena sifat cemas itu perlu di tumbuhkan agar terus waspada aka kekurangan diri.

Ya 4jJI beri kemudahan dan aku sangat takut akan adzab-Mu.