Bismillahirrahmaanirrahiim.
Sekarang aku tahu, jangan percaya atas apa yang kita dengar.
Tak semua yg kau dengar itu benar, baik sikap orang lain atau perlakuan orang terhadap kita.
Bias atas apa yang diucapkanya.
Semua kepalsuan akan terlihat jika di amati tanpa harus percaya.
Berhati-hati akan lebih baik untuk kehidupan tanpa harus terlibat dalam permasalahan yang ada.
Sifat manusia bermacam-macam.
Tak semua sempurna, hanya tidak semua sadar akan kekurangnanya.
Aku kesal, aku kecewa.
Hanya saja kekecewaan ini belum sempat aku tumpahkan.
Keterbatasanku, membuat aku tidak tanggap atas ketidak sanggupanku yang membuat rusak jiwaku.
Aku tak bertameng diri, percaya atas apa yang didengar.
Atas apa yang diucapkan orang lain.
Sehingga membawa diri kesengsaraan.
Ada manusia yang sadar akan kekurangannya.
Ada juga yang tidak sadar begitu banyak cacat dirinya.
Begitu hinanya dia bila ALLAH membuka semua tabir dirinya.
Bicara kekurangan orang lain memang mudahnya.
Seperti makan obat, yang jika tidak dimakan akan sakit jiwanya.
Tapi hati tak peka, fikiran tak sadar.
Racun itu terus menggerogoti amalan hati dan amalan jiwa..
Hingga seperti sampah yang tak ada guna.
Jika begini apa yang hendak dikata.
Amalan jadi percuma.
Lihat cacat mereka, berkaca pada diri.
Satu jari menunjuk, lebih banyak pada diri.
Betapa hinanya, hingga tak ada yang bagus atas apa yang diucap.
Teman jadi kawan, sahabat jadi lawan.
Sebelumnya saling menyikut.
Sekarang saling merangkul.
Ketidak puasan diri atas realita, mendorng diri meniupkan angin permusuhan.
Tapi kenapa??
Apakah ada perubahan??
Perubahan hanya ada pada diri.
Perkuat tameng diri.
Tak dengarkan berita sebelah telinga.
Hidup tenang tak buat kecewa.
Cacat, tak di sebar seperti benih.